07 Oktober 2017

Catatan Pinggir - Menyewa Kendaraan di Selandia Baru

Aotearoa atau Selandia Baru adalah negara kepulauan yang dengan dua pulau utama yaitu Te Ika-a-Māui (North Island) dan Te Waipounamu (South Island). Populasi penduduk Selandia Baru sekitar 4,8 juta orang dan sebanyak 3,6 juta orang diantaranya bermukim di Te Ika-a-Māui (North Island). Sisanya bermukim di Te Waipounamu (South Island) dan sejumlah kepulauan kecil lainnya.

Awalnya saya berencana untuk ke Te Ika-a-Māui (North Island) lalu ke Te Waipounamu (South Island). Tapi dari rekomendasi yang saya dapatkan dari buku panduan wisata ke Selandia Baru, akhirnya kami putuskan untuk menukar rute perjalannya menjadi ke Te Waipounamu (South Island) dahulu baru ke Te Ika-a-Māui (North Island).

Jika dibandingkan dengan Indonesia, masing-masing pulau ini luasnya hampir sama dengan luas Pulau Jawa. Karena penduduknya sedikit dan wilayahnya cukup luas, transportasi umum jarang dan terkonsentrasi di kota-kota besarnya saja. Penduduk Selandia Baru dan wisatawan menggunakan kendaraan bermotor pribadi sebagai sarana transportasi utama.

Sebelum memutuskan untuk ke Selandia Baru, saya sempat riset mengenai apakah turis asing diperbolehkan menyewa mobil di sana dan apakah SIM internasional dari Indonesia berlaku? Saya tidak ingin kejadian mengecewakan ketika saya berniat sewa mobil di Pulau Jeju, Korea Selatan, tapi ditolak perusahaan penyewaan mobil di sana karena mereka tidak mengakui SIM internasional dari Indonesia.

Dari hasil riset, turis asing diperbolehkan menyewa mobil selama mempunyai SIM internasional yang masih berlaku. Masih kurang yakin, saya mengirim email ke 2 perusahaan penyewaan mobil (dengan melampirkan soft copy SIM internasional dan SIM A saya) untuk menanyakan secara langsung apakah saya boleh menyewa kendaraan dari mereka. 

Jawabannya positif, Selandia Baru mengakui SIM internasional yang diterbitkan pemerintah Indonesia dan saya boleh menyewa kendaraan dengan syarat saya membawa SIM internasional Indonesia dan SIM nasional yang masih berlaku saya ketika akan mengambil kendaraan.

Di Te Waipounamu (South Island), saya menyewa Motorhome seri Outback 4 dari Wilderness Motorhomes. Motorhome adalah kendaraan roda 4 yang dilengkapi dengan ruang keluarga, tempat tidur, toilet, dan kamar mandi. Dengan motorhome kami layaknya membawa rumah keliling Te Waipounamu (South Island).

Wilderness Outback 4

Interior Motorhome di Siang Hari

Saya merekomendasikan Wilderness Motorhomes sebagai salah satu perusahaan penyewaan motorhome terbaik di Selandia Baru. Ada beberapa alasan yaitu kendaraannya baru dengan angka odometer rendah (8.000-an kilometer saat kami ambil), bersih, terawat, dengan peralatan rumah yang lengkap dan berfungsi dengan baik selama kami di perjalanan. Motorhome Outback 4 bermesin diesel dengan transmisi otomatis. Walaupun kendaraan cukup besar, namun lincah ketika diajak bermanuver di jalanan Selandia Baru yang berkelok-kelok. Pelayanan Wilderness Motorhomess sangat ramah, baik saat saya bertanya mengenai boleh tidaknya menyewa kendaraan, saat kami mengambil motorhome, saat pengembalian motorhome, dan bahkan mereka menawarkan untuk mengirimkan barang saya yang tertinggal di motorhome via pos.

Meja Makan dan Dapur
Area Santai
Kasur dan Kamar Mandi
Toilet
Kami menambahkan fasilitas asuransi kendaraan selama menyewa, yang walaupun menjadi cukup mahal, tapi memberikan kami ketenangan selama di perjalanan. Selain itu kami menyewa modem router internet Wi-Fi dan GPS. Akses internet Wi-Fi dari Wilderness Motorhomes mempunyai jaringan yang sangat luas, stabil dan cepat, bahkan di area yang menurut saya terpencil. Akses internet hanya hilang saat kami di daerah Milford Sound. Lodge kami di Milford Sound pun ternyata menggunakan akses internet satelit karena sulitnya medan untuk menyambung internet ke kota terdekat. Total biaya sewa motorhome selama 6 hari adalah NZ$1.344 atau Rp13.909.056, belum termasuk biaya bensin.

Sedangkan selama di Te Ika-a-Māui (North Island), saya menyewa mobil sedan Nissan Sunny dari Jucy. Di situs web Jucy, seri mobil ini disebut sebagai Jucy Travella. Ini mobil sedan impor eks Jepang. Saya mengetahuinya setelah membaca stiker di beberapa bagian mobil yang bertuliskan aksara kana dan kanji. Walaupun terlihat sudah tua, odometernya pun sudah mencapai angka 200.000 kilometer lebih, namun kondisi mobil masih sangat terawat bersih, dan wangi. Mobil Nissan Sunny yang kami sewa bermesin bensin (petrol/gasoline engine) dengan transmisi otomatis. Total biaya sewa Nissan Sunny selama 2 hari adalah NZ$180 atau Rp1.862.820 yang sudah termasuk biaya asuransi kecelakaan dan sewa tablet Samsung yang berfungsi ganda sebagai router modem dan GPS. Total biaya sewa belum termasuk biaya bensin.

Jucy Travella - Nissan Sunny

Aturan umum saat menyewa kendaraan di Selandia Baru cukup sederhana. Saat pengambilan, kondisi kendaraan, bensin dan peralatan lain (misalnya isi tabung gas dan air bersih penuh, septic tank kosong, plastik tempat sampah, peralatan makan dan masak pada motorhome) dalam keadaan siap digunakan. Penyewa diwajibkan untuk mengembalikan kendaraan seperti keadaan saat pengambilan. Ini artinya penyewa harus mengisi penuh bensin, mengisi atau menukar tabung gas yang kosong, mengisi air bersih sampai level penuh, mengosongkan septic tank, dan menyapu interior motorhome saat mengembalikan kendaraan. Jika lalai, penyewa akan dikenakan denda.

Peraturan lalu lintas di Selandia Baru sedikit berbeda dengan peraturan lalu lintas di Indonesia. Sebelum berangkat, saya mempelajari Undang-Undang Lalu Lintas Selandia Baru dan mengikuti tes pengetahuan lalu lintas di Selandia Baru sebelum berangkat.

(bersambung)

Tidak ada komentar: