06 November 2016

Piknik Singapura 27 Oktober 2016

Kelebihan kedua kami memilih maskapai Singapore Airlines adalah kami bisa memilih waktu transit yang lama di Singapura, sekitar 7 jam. Pihak pengelola Bandar Udara Internasional Changi sebenarnya menawarkan tour kota Singapura gratis, hanya saja pilihan waktunya tidak ada yang pagi, sehingga kami tidak bisa gunakan tour tersebut.

Kami menukarkan sisa uang Korea ₩ ke Dollar Singapura, membeli kartu EZ-Link dan menumpang MRT ke pusat kota. Tujuan kami adalah Patung Merlion. Sayangnya di pagi ini ada kerusakan pada rel di Stasiun Bugis yang mengakibatkan MRT harus melambatkan kecepatan ketika melewati stasiun tersebut. Waktu tempuh ke pusat kota yang biasanya hanya 45 menit menjadi lebih dari 1 jam. Ini kali kedua saya ke Singapura dan baru kali ini mengalami gangguan pada sistem transportasi umumnya.

Sesampainya di Stasiun Raffles Place, kami berjalan kaki menuju Patung Merlion. Kami sempat tersasar karena tidak menemukan petunjuk ke lokasi tersebut. Setelah beberapa waktu mencari arah, akhirnya kami sampai di Patung Merlion. Kami tidak lama di sini, hanya sebentar mengambil foto lalu langsung kembali ke bandara.





Perjalanan ke bandara kembali menggunakan MRT. Sesampainya di Bandara Changi, kami ke ruang tunggu keberangkatan. Karena cuaca hujan deras di Bandara Changi, penerbangan kami ditunda 1 jam menunggu cuaca membaik. Kami pulang ke Jakarta dengan menumpang Singapore Airlines SQ-958 menggunakan pesawat Boeing 777-300 yang berangkat pukul 13:29 waktu setempat dan mendarat pukul 13:47 Waktu Indonesia Barat. Ini pertama kalinya saya naik pesawat jenis Boeing 777-300 yang dilengkapi mesin pesawat jet terbesar dan terkuat di dunia, General Electric GE90.


Pelayanan oleh kru Singapore Airlines baik, membuat penerbangan kami menyenangkan.


(selesai)

Tidak ada komentar: