05 November 2016

Piknik Korea Selatan 22 Oktober 2016 - Busan

Hari ini adalah hari terakhir kami di Pulau Jeju. Siang hari kami akan bertolak ke Kota Busan. Setelah sarapan dan packing, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi 외돌개 (Oedolgae Rock). Lokasinya tidak jauh dari hotel, sekitar 10 menit jalan kaki. 외돌개 (Oedolgae Rock) menjadi terkenal setelah dijadikan salah satu tempat pengambilan gambar drama Korea 대장금 (Jewel in the Palace) tahun 2003 silam. Sudah cukup banyak orang ketika kami sampai di tempat ini.



Selesai berkeliling 외돌개 (Oedolgae Rock), kami kembali ke hotel untuk check-out. Staf hotel lalu mengantarkan kami ke halte bus terdekat untuk selanjutnya kami menggunakan bus No. 600 ke Bandara Jeju. Perjalanan ke bandara memakan waktu 80 menit. Cuaca selama kami di Pulau Jeju selalu mendung dan hujan, termasuk hari ini. 

Kami kembali menggunakan maskapai Jeju Air untuk menuju Busan. Penerbangan Jeju Air 7C-506 berangkat pukul 13:00 waktu setempat dan kami tiba di Bandar Udara Internasional Busan pukul 14:00 waktu setempat. Harga tiket saat pembelian adalah ₩54.000 sekali jalan atau sekitar Rp679.000/orang.




Dari bandara kami menggunakan light rail transit dan subway menuju Hostel Check in Busan di kawasan Jung-gu, Busan. Setelah check-in, kami makan siang di cafetaria Lotte Department Store, Gwangbok, Busan. 




Setelah makan, kami kembali ke hostel untuk beristirahat. Malam harinya kami ke 광안리 해수욕장 (Pantai Gwangalli) untuk menonton 부산 불꽃축제 (Festival Kembang Api Busan). 부산 불꽃축제 (Festival Kembang Api Busan) diadakan setahun sekali di bulan Oktober oleh Pemerintah Kota Busan. Festival ini termasuk salah satu festival kembang api terbesar di Asia dengan jumlah pengunjung lebih dari 1 juta orang. 

Cuaca di Busan saat kami datang untungnya cerah sehingga festival kembang api ini tidak dibatalkan. Pertunjukan kembang api dimulai pukul 20:00 waktu setempat dan berlangsung sekitar 1 jam.




Ketika akan kembali ke hostel, kami tidak bisa naik subway di stasiun terdekat dengan 광안리 해수욕장 (Pantai Gwangalli). Polisi menutup 3 stasiun kereta yang terdekat dengan 광안리 해수욕장 (Pantai Gwangalli) untuk mencegah penumpukan penumpang. Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, kami mendapati stasiun yang tidak ditutup. Di peron, saya memang melihat kereta sangat penuh dan menilai langkah polisi setempat menutup stasiun sebagai langkah yang tepat.

Sampai di hostel, kami langsung beristirahat.


(bersambung)

Tidak ada komentar: