05 November 2016

Piknik Korea Selatan 19 - 20 Oktober 2016 - Penerbangan

Setelah pada tahun 2014 Ibu, Adik, dan saya berlibur ke Beijing, Cina. Pada tahun ini kami memutuskan untuk berlibur di kawasan yang sama, yaitu Korea Selatan. Karena negaranya tidak besar, kami merencanakan untuk mengunjungi beberapa kota sekaligus yaitu Pulau Jeju, Busan, dan Seoul. Istri saya tidak ikut pada perjalanan kali ini karena dia sudah pernah ke Korea Selatan sebelum kami menikah, dan tidak mau ikut lagi.

Saya mendapatkan tiket promosi Singapore Airlines Jakarta - Singapura - Seoul seharga Rp5.500.000/orang pulang pergi. Pada tanggal pembelian, rata-rata harga tiket maskapai lain sekitar Rp6.000.000/orang, sehingga ada penghematan jika memilih Singapore Airlines.

Singapore Airlines SQ-963, 9V-SMB

Kelebihan pertama yang saya suka dari perjalanan kali ini adalah Singapore Airlines menggunakan armada Airbus A350-900 yang masih baru untuk melayani rute Jakarta - Singapura sebagai SQ-963. Dibanding Airbus A330-200/300 sebagai satu-satunya pesawat berbadan lebar yang pernah saya tumpangi, pesawat Airbus A350-900 lebih senyap dan mempunyai IFE lebih besar, walaupun kursinya lebih tipis. Kami berangkat dari Jakarta pukul 18:05 dan tiba di Singapura pukul 20:55 waktu setempat.

IFE Airbus A350-900



Dari Singapura kami menggunakan SQ-608 dengan pesawat Airbus A330-300 dan tiba di Bandar Udara Internasional Incheon pukul 07:45 waktu setempat. Setelah keluar dari terminal kedatangan, kami lalu membeli kartu T-Money di salah satu minimarket Bandara Incheon. T-Money merupakan kartu prabayar yang bisa digunakan untuk banyak hal, seperti membayar transportasi umum (subway, bus, taksi), makanan di restoran, membeli barang di minimarket, dll. 

Agar gampang mencari alamat dan terhubung dengan keluarga di Indonesia, kami menyewa router modem selama 7 hari di LG U+ Global Roaming Center dengan kuota unlimited. Hampir di semua daerah dan kota yang saya kunjungi, router modem ini sangat dapat diandalkan. Sinyal 4G selalu kuat. Satu-satunya saya mendapati sinyal lemah dan akses Internet lambat justru saat di Seoul. Hal yang ironis.

Setelah siap, kami menggunakan kereta AREX menuju Bandar Udara Internasional Gimpo. Sesampainya di Gimpo, kami menyempatkan makan siang kari di salah satu restoran di Lotte Mall Gimpo Airport, yaitu CoCo Ichibanya. Lotte Mall Gimpo Airport ini adalah mall yang letaknya bersebelahan dengan Bandara Gimpo dengan beragam pilihan restoran dan toko untuk dikunjungi.


Setelah kenyang, kami lalu check-in untuk terbang ke Pulau Jeju. Maskapai yang kami pilih adalah Jeju Air 7C-115 dengan harga tiket ₩56.000 sekali jalan atau sekitar Rp722.000/orang. Terbang merupakan pilihan terbaik ke Pulau Jeju selain karena cepat (penerbangan sekitar 1 jam), murah, juga banyak pilihan maskapai baik Full Service Carrier (Korean Air, Asiana Airlines) maupun Low Cost Carrier (Jeju Air, Busan Air, dll). Alternatif transportasi umum lain yaitu menggunakan kapal feri memakan waktu 1 malam dari pelabuhan terdekat di selatan Korea Selatan atau 3 malam jika berangkat dari Seoul.

Jeju Air 7C-115, HL-8063

Kami tiba di Pulau Jeju pukul 14:00 waktu setempat. Setelah mengambil bagasi, kami menuju halte bus untuk ke tempat penyewaan mobil. Transportasi umum di Pulau Jeju kurang baik, ada bus umum namun frekuensinya tidak sebanyak di daratan utama Korea Selatan. Tidak ada subway di pulau ini. Dari riset yang saya lakukan di Indonesia, banyak turis yang menyewa mobil untuk berkeliling Pulau Jeju.

AJ-Rent Jeju

Di tempat penyewaan mobil saya langsung ke counter dan menyerahkan bukti pemesanan, paspor, dan SIM Internasional saya. Namun saya sangat terkejut ketika petugas penyewaan mobil bilang bahwa SIM Internasional dari Indonesia tidak berlaku dan saya tidak diperbolehkan menyewa mobil di tempat tersebut. Saya bertanya apa alasannya SIM Internasional Indonesia tidak berlaku? Petugas bilang karena Pemerintah Indonesia tidak meratifikasi salah satu konvensi internasional terkait lalu lintas sehingga SIM Internasional tidak bisa digunakan di Korea Selatan.

Counter Penyewaan Mobil Bandara Jeju
Karena ditolak, saya lalu kembali naik bus yang sama dan kembali ke Bandar Udara Internasional Jeju. Di sini saya mencoba menyewa mobil di salah satu counter penyewaan mobil. Sayangnya tidak ada satupun perusahaan penyewaan mobil yang mau menyewakan mobilnya ke saya. Alasannya sama, SIM Internasional dari Indonesia tidak berlaku dan tidak bisa digunakan untuk menyewa kendaraan. Saya sangat kecewa mendengar penjelasan ini.

Setelah browsing, kami mendapati bahwa Bus No. 600 bisa digunakan untuk menuju hotel kami selama di Pulau Jeju, Good Day Pension di Seogwipo, Jeju. Perjalanan dari Bandara Jeju ke Seogwipo memakan waktu 80 menit. Karena tidak tahu lokasi persis hotel, kami menelepon pihak hotel dari telepon umum di depan sebuah minimarket. Pembayaran telepon menggunakan T-Money. Sungguh praktis.

Good Day Pension, Seogwipo



Tidak lama menunggu, mobil jemputan hotel tiba dan setelah check-in kami pun beristirahat.

(bersambung)

No comments: