16 November 2014

Piknik Beijing 4 November 2014

Hari ketiga di Beijing rencananya kami akan mengunjungi Tembok Besar Cina di Badaling. Untuk itu kami kembali ke terminal bus Deshengmen, namun kali ini berangkat lebih awal dibandingkan kemarin. Kami sudah sampai di terminal bus Deshengmen pukul 09.00. Malam sebelumnya, saya sudah coba browsing di Internet mengenai bus ke Badaling. Namun untuk browsing di Cina daratan memang terkendala oleh sensor yang dilakukan oleh Pemerintah Cina, sehingga situs pencarian populer Google dan Yahoo! Search tidak bisa digunakan karena diblok. Pilihannya adalah produk Bing dari Microsoft yang berbahasa Mandarin dan sebagian hasil pencariannya ikut disensor. 

Berdasarkan pencarian yang saya lakukan melalui Bing, akses ke Badaling bisa menggunakan 2 (dua) akses bus, keduanya via terminal bus Deshengmen, yaitu 919 (via rute belakang) dan 880 (rute depan). Karena ragu, saya mencoba menggunakan bus 919 yang ternyata pilihan yang salah. Kami naik bus ini hingga halte terakhir di Dongwei Community, karena tidak menemukan tahu mana halte yang menuju ke Badaling, tulisan di bus hanya tersedia dalam bahasa Mandarin. 

Terminal Bus Deshengmen

Interior Bus 919

Salah Satu Bagian Tembok Besar Cina

Akhirnya kami memutuskan kembali menggunakan bus yang sama ke Deshengmen, dari sana kami lalu ke 天坛 (Tian Tan) atau Temple of Heaven. Tian Tan yang didirikan pada pertengahan awal abad ke-15 adalah tempat pemujaan yang dibangun oleh Kaisar Dinasti Ming dan dikelilingi oleh taman serta hutan pinus. Bangunan di Tian Tan melambangkan hubungan antara langit dan bumi - dunia manusia dan dunia Dewata - yang diyakini oleh masyarakat Cina, serta peran khusus yang dijalankan Kaisar dalam hubungan tersebut. Di tempat inilah Kaisar Cina, sebagai penerima Mandat Langit, pada setiap purnama sebelum musim tanam akan berpuasa dan berdoa kepada Dewa Langit agar negerinya diberikan panen yang melimpah. Tian Tan ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1998.

Tian Tan















Setelah Tian Tan, malam harinya kami menyempatkan diri untuk menonton Opera Peking. Opera yang dimaksud semacam wayang orang yang dimainkan setiap hari dengan cerita yang diambil dari legenda Cina. Ada beberapa tempat di Beijing yang menyuguhkan pertunjukan opera. Kami memilih Teater Liyuan di Qianmen Jianguo Hotel, Distrik Xuanwu, karena terdapat terjemahan bahasa Inggris yang memungkinkan kami untuk memahami cerita. Untuk menuju ke tempat ini, kami naik subway ke stasiun Hepingmen, lalu berjalan kaki kira-kira 2 km ke Qianmen Jianguo Hotel. Alternatif lain jika tidak ingin berjalan kaki yaitu dengan menggunakan taksi.

Qianmen Jianguo Hotel


Teater Liyuan

Salah Satu Cerita Dalam Opera Peking




Terjemahan Lakon Dalam Bahasa Inggris

Kami berjalan cukup jauh di udara yang dingin, sekitar 30 menit kami berjalan kaki dari stasiun subway ke Teater Liyuan dan untungnya ketika kami sampai pertunjukan opera belum dimulai. Pulang dari menonton pertunjukan opera, kami menyempatkan makan malam di restoran cepat saji yang berada tidak jauh dari tempat kami menginap.

Makan Malam Katsu

(bersambung)


No comments: