28 September 2015

Piknik Vietnam Tengah 18 September 2015

Hari terakhir kami di Hội An hanya kami habiskan dengan jalan kaki keliling Hotel Rock Villa Hội An setelah sarapan sambil menunggu mobil sewaan yang akan mengantarkan kami ke Bandar Udara Internasional Da Nang. Saya sempat mampir menarik uang tunai di ATM dalam perjalanan ke Da Nang, karena ternyata kartu kredit saya over limit dan cash habis untuk beli oleh-oleh kemarin sore. Uang yang saya ambil lalu saya titipkan kepada sopir untuk diserahkan ke Ms Tram, manajer Hotel Rock Villa Hội An.





Kami pulang menggunakan pesawat AirAsia AK-649 menuju Kuala Lumpur, lalu dilanjutkan pesawat Garuda Indonesia GA-817 menuju Jakarta.


(selesai)

Piknik Vietnam Tengah 17 September 2015

Di hari keempat di Vietnam, kami ikut tour 1 (satu) hari untuk mengunjungi Mỹ Sơn Sanctuary. Booking tour kembali dilakukan melalui manajer hotel tempat kami menginap, Rock Villa Hội An. Mỹ Sơn adalah pusat kebudayaan Kerajaan Champa di selatan Vietnam. Kerajaan Champa mempunyai sejarah hubungan baik dengan kerajaan Nusantara, misalnya Putri Darawati, seorang putri Champa yang menikah dengan Raja Kertawijaya dari Majapahit dan makamnya ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. 

Bus Tour Mỹ Sơn Sanctuary

Mỹ Sơn Sanctuary
Mỹ Sơn Sanctuary terletak kurang lebih 40 kilometer di Barat Daya kota Hội An, dan perjalanan menggunakan bus tour memakan waktu kurang lebih 1 jam. Mỹ Sơn Sanctuary merupakan kumpulan kuil Hindu yang dibangun Kerajaan Champa untuk menyembah Dewa Siwa. Sayangnya saat ini kondisi Mỹ Sơn Sanctuary buruk. Alasannya menurut pemandu wisata kami, dulu area sekitar tempat ini digunakan oleh pasukan Việt Cộng untuk bergerilya sehingga menjadi sasaran pemboman besar-besaran oleh angkatan udara Amerika Serikat saat Perang Vietnam.




Pemerintah Vietnam telah berupaya untuk merestorasi sebagian kuil di Mỹ Sơn Sanctuary ke keadaan semula. Tapi mereka menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan dana dan ketidaktahuan atas teknologi yang digunakan oleh seniman Champa saat membangun kuil. Teknologi yang dimaksud adalah merekatkan bata tanpa menggunakan semen. Baru-baru ini beberapa kuil berhasil direstorasi bekerjasama dengan salah satu universitas di Italia. Mereka menemukan teknik perekatan bata yang digunakan seniman Champa dalam membangun kuil pada awalnya.




Setelah berkeliling sekitar 4 jam, tour selesai. Kami dan rombongan kembali ke Hội An menggunakan bus hingga setengah perjalanan, kemudian dilanjutkan dengan kapal mengarungi sungai. Di kapal makan siang disajikan oleh operator tour dengan menu sederhana, yang terdiri atas nasi dan sayuran. Kami tiba di dermaga Hội An sekitar pukul 3 sore.

Menu Makan Siang Sederhana


Di Hội An kami mampir sejenak di The Espreso Station, sebuah kedai kopi sederhana yang menyajikan kopi Vietnam dengan berbagai variasinya. Istri dan saya mencicipi Cold Drip Coffee. 






Kami lalu menghabiskan hari dengan sekali lagi berkeliling Kota Tua Hội An hingga malam dan membeli oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat. Dari Kota Tua Hội An ke hotel, kami naik taksi Mailinh.




(bersambung)

27 September 2015

Piknik Vietnam Tengah 16 September 2015

Hari ketiga di Vietnam, kami berpindah kota menuju Hội An. Dari Huế kami menyewa mobil beserta sopirnya. Perjalanan dari Huế menuju Hội An memakan waktu 5 (lima) jam dan melewati pesisir Laut Cina Selatan. Seharusnya 2 hari lalu kami melewati jalur ini menggunakan kereta api dari Đà Nẵng, namun karena cuaca buruk, kami melewatkan kedatangan kereta api. 

Mobil yang menjemput kami Toyota Vios dan cukup baru. Cuaca hari ini masih agak mendung dengan angin kencang berhembus dari Laut Cina Selatan. Kami memilih jalur Hải Vân Pass, sebuah rute pegunungan yang membawa kami menuju puncak bukit di tepi laut, total jaraknya 21 km. Kebanyakan pengguna jalan, misalnya truk dan bus, sekarang melewati Terowongan Hải Vân. Hải Vân Pass hanya digunakan wisatawan yang memilih yang sedikit memutar namun dengan pemandangan yang indah.



Kami tiba di puncak Hải Vân Pass pukul 11.00 waktu setempat. Di sini kami mengambil foto dan berkeliling sejenak karena terdapat benteng peninggalan kerajaan Champa. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke kota Đà Nẵng. Di sini, kami beristirahat di salah satu pantai. Karena siang hari, pantai sepi dari pengunjung.





Puncak Hải Vân Pass

























Dari pantai, kami lalu ke Rock Villa Hội An, tempat kami menginap selama 2 malam. Ini adalah sebuah butik villa yang berjarak 3 km dari pusat kota, namun letaknya di tepi sungai Hội An. Ketika check in, manajer hotel memberikan minuman selamat datang teh dan buah.




Setelah memasukkan tas ke dalam kamar, kami pun meminjam sepeda kepada hotel untuk mencari makan siang. Kami memutuskan untuk makan siang di pantai Hội An. Setelah selesai, kami melanjutkan bersepeda ke pantai An Bang. Di sini, kami mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan karena diminta untuk membayar VND50.000 per sepeda oleh parkir liar di tempat ini.





Selesai dari pantai An Bang, kami lalu menuju ke pusat kota Hội An. Kami berkeliling sebentar lalu membeli bánh mì untuk makan malam. Setelahnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat.





(bersambung)

Piknik Vietnam Tengah 15 September 2015

Tujuan pertama kami di Vietnam kali ini adalah mengelilingi kota Hue. Kami menggunakan tour 1 (satu) hari penuh. Malam sebelumnya kami telah meminta bantuan resepsionis hotel untuk book tour untuk 2 orang. Kami diberitahu kalau tour akan dimulai pukul 08.00 sehingga kami sarapan lebih awal. Tujuan awal kami adalah Makam Kaisar Dinasti Nguyễn kedua, Minh Mạng. Lokasi Makam Kaisar Mihn Mang cukup jauh, sekitar 1 (satu) jam perjalanan dari hotel.




Ketika kami tiba, Makam Kaisar cukup sepi. Hanya rombongan tour kami yang memasuki tempat tersebut untuk berkeliling. Bangunan makam ini mulai dibangun pada saat kaisar wafat tahun 1841 dan selesai pada tahun 1843. Di kompleks makam berdiri beberapa bangunan, taman dan kolam.






Setelah sekitar 40 menit berkeliling, kami kembali ke bus untuk melanjutkan ke Makam Kaisar Khải Định, Kaisar Dinasti Nguyễn ke-12. Ini merupakan makam Kaisar yang paling mewah jika dibandingkan dengan makam kaisar Dinasti Nguyễn lainnya. Dinding bangunan interior makam adalah batu marmer dan dihiasi porselen. Di tengah ruang utama, terdapat patung tembaga dengan ukuran asli Kaisar Khải Định. 





Dari Makam Kaisar Khải Định, kami menuju makam ketiga yaitu Makam Kaisar Tự Đức, kaisar keempat Dinasti Nguyễn. Tapi sebelum ke sana, oleh pengelola kami diajak ke pertunjukan bela diri dan dan deretan toko yang menjual suvenir lokal.



Di Makam Kaisar Tự Đức, bentuknya mirip seperti Makam Kaisar Minh Mạng, tapi ukurannya lebih kecil. Karena cuaca kembali hujan, kami tidak lama di Makam Kaisar Tự Đức dan melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya Hue Citadel.



Hue Citadel selain merupakan pusat pemerintahan dan militer Dinasti Nguyễn, tapi juga merupakan kediaman Kaisar, pangeran dan putri Dinasti Nguyễn. Hue Citadel merupakan ibukota Vietnam sejak tahun 1802 hingga tahun 1945. 




Ketika kami berkeliling di Hue Citadel, cuaca hujan deras, tapi tidak menyurutkan kami untuk berkeliling kompleks istana.


Dari Hue Citadel, kami lalu melanjutkan perjalanan terakhir hari itu ke Pagoda Thien Mu. Pagoda ini terletak di tepi Sungai Perfume dan merupakan lambang resmi kota Hue. Dalam perjalanan ke Pagoda Thien Mu, kami diberitahu oleh pemandu wisata bahwa ketinggian air Sungai Perfume meningkat, sehingga kami tidak bisa berlama-lama di pagoda. Pukul 16 kami harus sudah di dalam perahu untuk menuju tempat kami dijemput. Dari sana, kami berjalan kaki kembali ke hotel.

(bersambung)

26 September 2015

Piknik Vietnam Tengah 14 September 2015

Pada awal bulan September saya menikah dengan perempuan yang saya cintai. Untuk perjalanan pertama kami sebagai sepasang suami istri, kami memilih Vietnam. Negara yang pernah saya kunjungi bersama teman-teman pada awal tahun 2013. Namun kota yang kami kunjungi kali ini berbeda, yaitu Da Nang, Hue dan Hoi An di Vietnam tengah. 

Tidak ada penerbangan langsung ke Da Nang dari Jakarta, sehingga kami harus transit di Kuala Lumpur. Penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai Malaysia Airlines pukul 4.30. Ini adalah penerbangan pertama ke Kuala Lumpur dan saya cukup kaget karena pesawat penuh. Mungkin karena ini adalah hari kerja dan banyak pekerja yang melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur. Penerbangan menggunakan Malaysia Airlines terasa menyenangkan dengan pelayanan yang prima.

Kami tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pukul 7.30. Setelah turun dari pesawat, terasa asap tipis akibat kebakaran hutan di Pulau Sumatera mempengaruhi jarak pandang dan napas terganggu. Penerbangan kami berikutnya dengan rute Kuala Lumpur - Da Nang menggunakan maskapai AirAsia. Karena beda terminal, maka kami segera keluar imigrasi, naik KLIA Ekspress menuju terminal KLIA2, lalu masuk ke imigrasi untuk menuju gate penerbangan.

Pesawat AirAsia AK 648 yang membawa kami ke Da Nang berangkat tepat waktu, yaitu pukul 10.50.  Perjalanan berjalan lancar, namun ketika kami hendak mendarat di Bandara Internasional Da Nang cuaca memburuk sehingga pilot tidak bisa mendarat. Setelah mencoba hingga 1 (satu) jam dan tidak ada tanda-tanda cuaca membaik, akhirnya pilot memutuskan untuk mengalihkan pesawat ke bandara Siem Reap di Kamboja karena bahan bakar menipis dan mendarat pukul 15.00 waktu setempat.

Bandara Internasional Siem Reap, Kamboja

Di Siem Reap, kami tidak diperbolehkan turun dari pesawat oleh otoritas Kamboja sehingga tetap di dalam pesawat menunggu cuaca membaik di Da Nang. Menurut saya hal ini masuk akal karena: 1) Jika penumpang dibolehkan turun, maka dapat dibayangkan betapa repotnya pihak bandara untuk proses debarkasi dan embarkasi. 2) Beberapa penumpang (asal Eropa atau Australia) mungkin tidak punya visa masuk untuk ke Kamboja karena tujuan mereka adalah Vietnam, dan hal ini menyulitkan pihak imigrasi Kamboja dan maskapai sendiri.

Setelah menunggu 1 (satu) jam di Siem Reap dan pengisian bahan bakar selesai, pesawat kembali terbang ke Da Nang. Ketika kami mendekat di Da Nang, cuaca masih mendung tebal dan hujan gerimis. Pesawat bisa mendarat dengan baik pukul 17.00 waktu setempat. Setelah keluar imigrasi, saya langsung mencari hotspot Wi-Fi. 

Awalnya kami merencanakan untuk naik kereta api dari Da Nang ke Hue, kota tempat kami menginap malam itu. Saya membeli tiket kereta api Reunification Express SE4 yang berangkat pukul 14.13 melalui situs vietnamimpressive.com. Karena cuaca buruk, kami jadi ketinggalan kereta dan tiket hangus. Tapi kami tetap optimis dan naik taksi ke stasiun Da Nang untuk mencari tahu apakah ada kereta lainnya yang ke Da Nang malam itu. Dari dalam taksi terlihat sisa hujan angin yang menerpa kota Da Nang siang tadi. Banyak dahan dan ranting pohon yang patah dan merintangi jalan raya.

Kami sampai di stasiun pukul 18.00 dan langsung menuju ke loket. Untungnya masih tersedia tiket kereta untuk ke Da Nang pukul 19.00. Tiket yang masih tersedia hanya kursi kayu dengan kipas angin (di kereta yang rencananya kami naiki siang tadi, kami membeli tiket untuk kursi sofa dengan AC). Tidak apa-apa asal kami tetap bisa ke Hue.



Kami tiba di stasiun Hue pukul 21.30 waktu setempat. Dari stasiun ke hotel kami naik taksi. Selalu menyenangkan bepergian menggunakan taksi di Vietnam, asal pilih perusahaan taksi Mai Linh atau Saigon Taxi. Kami tiba di hotel pukul 22.00 dan langsung ke restoran untuk makan malam. Setelah kenyang kami kembali ke kamar untuk tidur.

Stasiun Hue
Kamar kami di Hotel Cherish Hue
(bersambung)

14 Agustus 2015

Batik Air Check In

After my previous post on Lion Air check in back in 2011, the web check in option is still available for Lion Group (Lion Air, Wings Air and Batik Air) passengers 24 hour prior departure. They are using SabreSonic Web system as follows:

  1. Go to https://wci-prod.sabresonicweb.com/SSW2010/IWC0/checkin.html?execution=e1s1 or visit Batik Air website at www.batikair.com and then choose Web Check-in menu. Insert itinerary confirmation code as the example shown and type your last name, and then click 'Search'.
  2. In the next page, click 'No, Continue to Check In'.
  3. Click 'Personalize Flight' to choose your seat.
  4. Choose your seat by click the seat number, then click 'Save'.
  5. You will be redirected to the previous screen, now click 'Check In' button.
  6. You're finished. You can choose to email or print your boarding pass.