17 November 2014

Piknik Beijing 6 November 2014

Hari keempat di Beijing kami habiskan di pusat kota Beijing, yaitu mengunjungi Kota Terlarang. Di kompleks istana Kota Terlarang terdapat 980 bangunan dan hampir 10.000 kamar yang dilengkapi dengan taman kekaisaran yang kemudian menjadi inspirasi taman Jepang. Kota Terlarang di Beijing merupakan pusat pemerintahan Dinasti Ming dan Qing (1416 - 1911) yang dibangun oleh Kaisar Zhu Di (Yongle) pada tahun 1406 - 1420 setelah sebelumnya istana kekaisaran berada di kota Nanjing. Kota Terlarang dan Kompleks Istana Kekaisaran di Shenyang (Mukden) ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1987.

Kota Terlarang

Istana kekaisaran Beijing sangat luas sehingga acapkali disebut kota. Kompleks istana terlarang bagi siapapun untuk masuk dan keluar kecuali atas izin Kaisar. Ketika kami berkunjung, suasana tidak terlalu ramai oleh pengunjung sehingga kami bisa berkeliling dengan leluasa.

Taman di Depan Kota Terlarang




Taman Klasik di Kota Terlarang

Ornamen di Salah Satu Paviliun Taman


Setelah dari Kota Terlarang, kami lalu berjalan ke Bukit Jingshan yang terletak di sebelah utara. Bukit Jingshan merupakan bukit buatan setinggi 45,7 meter yang dibangun bersamaan dengan Kota Terlarang oleh Kaisar Yongle. Di kaki bukit terdapat sebuah pohon dimana kaisar terakhir Dinasti Ming, Chongzhen, gantung diri pada tahun 1644 bersama dengan salah seorang kasim setianya setelah mengetahui Beijing jatuh ke pemberontakan petani dan bangsa Manchu menyerbu Beijing dari arah timur laut Shanhaiguan.

Bukit Jingshan

Pohon Tempat Kaisar Chongzhen Mengakhiri Hidupnya

Taman Beihai dilihat dari Bukit Jingshan
KM 0 Beijing

Dari puncak Bukit Jingshan kami dapat melihat ukuran Kota Terlarang yang sangat besar. Puncak Bukit Jingshan juga menjadi titik pusat kota Beijing.

Dari Bukit Jingshan kami berjalan kaki ke arah barat laut menuju Taman Beihai. Taman ini merupakan taman Cina yang terbesar di Cina dan ujung paling utara dari Grand Canal, yaitu saluran air raksasa yang menghubungkan Beijing di utara dengan Zhejiang di selatan sejauh lebih dari 2.000 km. Grand Canal dibangun secara bertahap dimulai sejak tahun kelima sebelum masehi dan menghubungkan 5 daerah aliran sungai, termasuk Sungai Yangtze dan Sungai Kuning. Grand Canal ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014.

Taman Beihai
 
 


 


Setelah puas berkeliling, kami lalu menuju restoran DaDong untuk makan Bebek Peking yang terkenal. Konon bebek yang dimasak di DaDong lebih langsing dibanding bebek di restoran lain. Ketika kami datang sekitar jam 5 sore, restoran masih tampak sepi dan kami pun dipersilakan masuk. Namun karena belum booking, maka kami harus menunggu 1 jam hingga bebek siap dihidangkan. Tapi penantian kami terbayarkan karena bebek yang disajikan memang enak. 

Restoran Bebek DaDong




Bebek Dipotong Sebelum Disajikan

Bebek Peking Disajikan Tanpa Nasi

Buah Plum Sebagai Pencuci Mulut

Sepulangnya dari Restoran DaDong, kami menuju Wangfujing di dekat Kota Terlarang. Daerah ini merupakan salah satu pusat oleh-oleh di Beijing, baik barang bermerek maupun cinderamata biasa. Kami berbelanja cukup banyak di sini.

Wangfujing



(bersambung)

No comments: