16 November 2014

Piknik Beijing 5 November 2014

Hari keempat di Beijing, kami memilih rute yang berbeda. Karena sudah 2 kali mencoba ke Badaling tapi selalu gagal, maka kami hari ini memutuskan pertama-tama untuk ke Makam Kaisar Ming dan Qing di pinggiran Beijing. Untuk menuju ke sana, kami menggunakan Bus 872, melalui terminal bus Deshengmen. 

Bus 872 ke Dingling dan Changling

Tujuan pertama kami adalah Makam Kaisar Dingling, yaitu tempat peristirahatan terakhir Kaisar Ming ke-13, Zhu Yijun (1563 - 1620) dan dua permaisurinya, yaitu Permaisuri Xiaoduan dan Permaisuri Xiaojing. Makam Kaisar Dingling adalah makam kaisar pertama yang digali secara ilmiah dengan persetujuan Pemerintah Cina. Makam Kaisar Dingling merupakan bagian dari kompleks Makam Kaisar Dinasti Ming dan Qing yang dibangun mulai tahun 1368 hingga 1915 dan tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tahun 2000 (Makam Kaisar Dinasti Qing) dan 2003 (Makam Kaisar Dinasti Ming).

Pintu Masuk ke Makam Kaisar Dingling


Pembangunan Makam Kaisar Dingling dimulai pada tahun 1584 dan selesai pada tahun 1590. Makam dibangun dengan bahan material terpilih dan dengan megah. Walaupun sudah lebih dari 400 tahun sejak selesai dibangun, Menara Arwah (Soul Tower), Baocheng dan Gerbang Makam masih utuh berdiri. Lebih dari 3.000 artefak ditemukan di dalam makam, termasuk mahkota emas dan tiara phoenix, menggambarkan keragaman budaya yang menjadi bahan studi politik, ekonomi dan budaya Dinasti Ming.


Ruang Bawah Tanah Makam Dingling

Tahta Kaisar Makam Dingling
Peti Jenazah Kaisar dan Permaisuri
Ornamen di Langit-langit Makam Kaisar Dingling

Menara Arwah (Soul Tower)

Pegunungan di Daerah Dingling


Artefak Yang Ditemukan di Dalam Makam Kaisar Dingling

Setelah puas berkeliling di Makam Kaisar Dingling, kami menggunakan Bus 872 untuk ke makam kaisar berikutnya, yaitu Makam Kaisar Changling. Ini adalah makam Kaisar ketiga Dinasti Ming, Zhu Di (Kaisar Yongle 1368 - 1424) dan Permaisuri Xu. Pada masa pemerintahan Kaisar Yongle, Dinasti Ming mencapai puncak kejayaannya. Kaisar Yongle juga menjadi kaisar pertama Dinasti Ming yang membangun makam kekaisaran.

Pintu Masuk Makam Kaisar Changling




Altar Makam Kaisar Changling

Menara Arwah (Soul Tower) Makam Kaisar Changling

Menara Arwah (Soul Tower) Makam Kaisar Changling



Dari Makam Kaisar Changling, kami menggunakan Bus 314 untuk menuju ke Tembok Besar Cina di Badaling. Perjalanan dari Changling ke Badaling memakan waktu 1 jam. Tembok Besar Cina di Badaling merupakan salah satu bagian dari Tembok Besar Cina yang paling populer. Tembok Besar Cina adalah tembok pertahanan yang dibangun pertama kali oleh Qin Shi Huang pada tahun 220 sebelum masehi. Pembangunan tembok berlangsung secara bertahap hingga pada masa Dinasti Ming Tembok Besar Cina menjadi bangunan militer terbesar di dunia. Tembok Besar Cina membentang sejauh 20.000 km yang dimulai di Shanhaiguan di Provinsi Hebei di Laut Cina Timur dan berakhir di Jiayuguan di Provinsi Gansu di barat Cina. Bagian Tembok Besar Cina terdiri atas tembok pertahanan, jalur kuda, menara pengawas yang dibangun melewati puncak gunung dan ngarai. Tembok Besar Cina ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1987.


Tembok Besar Cina di Badaling yang kami kunjungi dibangun pada tahun 1504 oleh Dinasti Ming dengan panjang 80 km untuk melindungi Puncak Juyongguan di sebelah Selatan yang menjadi titik masuk menuju Beijing. Titik tertinggi Badaling adalah  北八樓 (Beibalou) yaitu 1.015 mdpl.






Setelah kami puas mengunjungi Badaling, kami lalu pulang ke Beijing dengan menggunakan kereta S2. Sebetulnya kami tidak sengaja menggunakan kereta api untuk menuju Beijing, karena hari sudah malam (sekitar jam 6),  kami tidak menemukan moda transportasi lain untuk pulang ke Beijing. Kami mengikuti pengunjung lain dan ternyata mereka menuju stasiun kereta. Sesampainya di stasiun, petugas stasiun meminta saya untuk segera membeli tiket karena kereta ke Beijing sebentar lagi tiba di stasiun Badaling. Saya pun bergegas beli tiket dan untungnya masih bisa naik kereta tersebut. Perjalanan ke Beijing memakan waktu sekitar 1 jam hingga ke Stasiun Kereta Beijing Utara, lalu kami melanjutkan perjalanan dengan subway ke hotel.

(bersambung)

Tidak ada komentar: