18 Juni 2014

Virtual Private Network di Mesin Linux

Beberapa waktu lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika, memutuskan untuk blokir beberapa situs populer, misalnya Vimeo dan FanFiction dengan alasan bertentangan dengan prinsip "Internet Sehat" yang dijalankan Pemerintah. Selain itu untuk alasan keamanan dalam berkirim hasil terjemahan ke repository KDE atau XFCE, saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan Virtual Private Network ("VPN").


Sederhananya, VPN digunakan sebagai terowongan antara PC saya dengan PC perantara di suatu tempat, di mana saya akan mulai berselancar di Internet. Pada PC Windows atau Mac, hal ini mudah karena mereka memakai Graphical User Interface sebagai cara untuk pengaturannya. Masalah timbul ketika saya akan mencoba VPN melalui mesin ArchLinux saya di rumah. Saya akan jelaskan bagaimana masalah tersebut timbul dan cara pemecahannya.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menginstal paket NetworkManager.


Setelah itu, atur VPN yang digunakan. Bisa menggunakan Point-to-Point Tunneling Protocol ("PPTP") atau OpenVPN. Sebagai informasi, saya menggunakan VPN berbayar.


Setelah dibuat, sambungkan ke VPN tersebut. Setelah tersambung tes ping ke Internet, dalam hal ini saya mencoba Google.


Dapat dilihat pada gambar di atas, bahwa seluruh ping yang dikirim hilang. Artinya, PC saya tersambung ke VPN, tapi tidak bisa berselancar di Internet. Hal ini terjadi karena PC tidak menggunakan alamat VPN tersebut untuk tersambung, melainkan tetap menggunakan alamat default dari Internet Service Provider saya.


Cara pemecahan masalahnya adalah dengan menambahkan alamat VPN ke dalam berkas /etc/resolv.conf, sebagai berikut:


Simpan berkas tersebut lalu coba kembali ping.


Jika telah berhasil, silakan coba akses Vimeo atau FanFiction atau berselancar normal namun dengan privasi. Selamat mencoba.

Vimeo

FanFiction

Tidak ada komentar: