01 Juni 2014

Piknik Pearl River Delta - Shenzhen (Bagian 1)

Hari ini saya dan Reza berpisah. Saya melanjutkan perjalanan ke Shenzhen dengan Richard dan Ferry yang tiba kemarin pagi dari Surabaya sedangkan Reza pulang ke Tangerang dengan penerbangan Garuda Indonesia sore nanti. 

Saya bertemu dengan Richard dan Ferry di depan Chungking Mansion, Tsim Sha Tsui karena kami menginap di hotel yang berbeda. Saya sempat menukar Dollar Hong Kong ke Yuan Cina di City Foreign Exchange di Chungking Mansion yang mempunyai nilai tukar bagus dan termasuk Quality Tourism Services yang direkomendasikan oleh Hong Kong Tourism Board. Lain kali pun, saya tidak ragu jika hanya membawa mata uang Rupiah atau Dollar AS dan menukarnya di sini. 

Setelah berpamitan dengan Reza, saya, Richard dan Ferry naik MTR ke perbatasan Luo Hu dari East Tsim Sha Tsui. Stasiun East Tsim Sha Tsui dan Tsim Sha Tsui masih satu lokasi, hanya berbeda peron untuk naik kereta saja. Perjalanan ke Luo Hu memakan waktu sekitar 45 menit. Ini adalah jalur MTR yang pertama dibangun oleh Pemerintah Hong Kong dan seluruhnya berada di atas tanah. Jalur MTR lain yang dibangun setelahnya, berada di bawah tanah. 

Sesampainya di perbatasan Luo Hu, kami segera bergegas ke imigrasi. Sayangnya untuk pemegang paspor asing hanya disediakan satu jalur imigrasi dan petugas yang berjaga sangat pelan dalam melayani pelintas batas. Petugas lain akhirnya menyilakan sebagian kami untuk mengantre di jalur khusus warga manula di atas 65 tahun untuk mengurangi antrean karena kereta berikutnya sudah datang. Total kami menghabiskan waktu lebih dari 30 menit hanya untuk melewati antrean imigrasi ini. 

Untuk masuk ke Shenzhen, kami harus mengurus visa on arrival terlebih dahulu. Biayanya ¥168. Letak loket sendiri ada di lantai dua, tangga untuk naik ada di seberang imigrasi untuk orang asing ke Daratan Utama Cina. Pada siang itu, sebagian besar yang mengurus visa on arrival adalah pekerja Indonesia di Hong Kong dan akan liburan. 

Tahapan mengurus visa on arrival adalah mengambil nomor antrean, lalu menyerahkan paspor, membayar visa lalu mengambil paspor yang sudah ditempeli visa. Sekedar tips ketika mengurus visa on arrival dan melewati imigrasi di Cina, copot sampul paspor untuk sementara sebelum dicopot paksa oleh petugas imigrasi. 

Setelah melewati imigrasi dan bea cukai, kami segera mencari stasiun Shenzhen Metro. Papan penunjuk kurang jelas dan setelah naik turun tangga, akhirnya kami menemukan lokasi stasiun di bawah tanah. Saya sempat heran karena untuk masuk ke sebuah stasiun Metro tas harus diperiksa layaknya di bandara. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mesin pembeli tiket hanya menerima recehan pecahan ¥1 dan ¥0,5. Untungnya, kami dapat menukar uang di loket Customer Service Center.

Tempat Penukaran Receh

Mesin Pembelian Tiket Shenzhen Metro

Karena ponsel saya hilang dan tidak membaca berita sama sekali, saya baru tahu kalau dua hari lalu ada penyerangan teroris ke sebuah pasar di Urumqi, Xinjiang. Oleh karena itu, Pemerintah Cina mengetatkan pengamanan stasiun MRT di kota-kota besar di Cina lainnya, termasuk Shenzhen. 

Pedestrian Dongmen

ZTL Hotel
Di Shenzhen kami menginap di ZTL Hotel di kawasan Dongmen, Shenzhen. Untuk sampai ke sini, kami naik Shenzhen Metro dan turun di stasiun Laojie lalu keluar di exit B. Setelah check-in dan beristirahat sebentar kami lalu keluar untuk makan siang di sebuah restoran fast food Cina 72. Setelah kenyang kami menuju ke Window of the World Shenzhen, yaitu sebuah theme park yang menampilkan situs-situs keajaiban dunia. 

Fast Food 72

Untuk menuju ke sana, kami kembali naik Shenzhen Metro dan turun di stasiun Window of the World. Kami sempat salah keluar stasiun dan menuju ke Alps Ice and Snow World, sebuah wahana bermain ice skating yang menjadi bagian dari Window of the World. Setelah kembali ke arah stasiun kami bisa menemukan tempat masuk yang sebenarnya. Tiket untuk masuk ke Window of the World adalah ¥160. 

Pintu Masuk Window of the World

Salah Satu Sudut Window of the World

Cuaca hari ini terik, walaupun kami sampai di sana sudah sore namun masih panas. Hampir semua tempat kami singgahi di sini. Sekitar pukul 18.00 kami putuskan untuk kembali ke hotel, tapi sebelumnya kami sempat makan malam di food court dekat hotel.

Dongmen di Malam Hari

(bersambung)

Tidak ada komentar: