01 June 2014

Piknik Pearl River Delta - Macau

Pada hari kedua ini, seharian kami akan pergi ke Macau, sekitar 1.5 jam perjalanan dengan menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Central. Tujuan utama kami adalah Situs Warisan Dunia UNESCO di Macau dan Venetian Casino yaitu kasino terbesar di Macau yang dilengkapi dengan pusat perbelanjaan yang didesain seperti kota Venesia lengkap dengan kanal dan perahunya. 

Ketika kami beranjak dari hotel cuaca hujan deras, menurut prakiraan cuaca di Macau juga akan turun hujan seharian. Setelah kami sampai di pelabuhan tiket yang kami beli di hotel semalam harus ditukar terlebih dahulu ke loket di pelabuhan. Agak sulit mencari loket tersebut karena ada beberapa perusahaan kapal yang berbagi pelabuhan yang sama. Setelah bertanya ke seorang petugas keamanan, kami diberitahu tempat untuk menukarnya. Kami akan naik kapal Cotai Express pukul 09.30.

Setelah melewati imigrasi kami sampai pada ruang tunggu yang penuh dengan turis Cina Daratan yang akan pergi ke Macau dari Hong Kong. Setengah jam sebelum berangkat, kami dipersilakan masuk ke ruang keberangkatan setelah sebelumnya diberikan nomor bangku oleh petugas. 

Kapal yang digunakan untuk rute Hong Kong – Macau adalah kapal cepat jenis catamaran. Kapalnya sendiri besar namun sangat nyaman, terdiri atas dua lantai. Lantai atas untuk penumpang VIP sedangkan lantai bawah adalah kelas ekonomi. Sebelum berangkat, kami diberitahu oleh kapten bahwa ombak laut cukup besar pagi ini dan akan banyak mengalami guncangan sehingga seluruh penumpang harus tetap duduk dan mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan. 

Tapi dalam perjalanan guncangan minim sehingga kami tertidur hampir sepanjang perjalanan. 1.5 jam kemudian kapal mulai mengurangi kecepatan lalu merapat ke pelabuhan temporer Taipa di Pulau Taipa, Macau.

Berbeda dengan imigrasi di Hong Kong dimana kami harus menuliskan informasi kedatangan, imigrasi Macau tidak mewajibkan hal itu dan langsung memeriksa paspor. Saya mengapresiasi kemudahan ini. 

Setelah keluar imigrasi, banyak bus kasino yang sudah menunggu penumpang. Kami sempat bingung untuk naik, apakah harus mendaftar atau bilang ke petugas atau sopir atau bagaimana. Akhirnya setelah beberapa menit, kami beranikan naik ke salah satu bus kasino Wynn. Saya sempat takut tiba-tiba dicegah, tapi tidak terjadi apa-apa dan setelah beberapa penumpang lain naik, bus berangkat. 

Bus ini juga menyediakan Wi-Fi gratis bagi penumpang selama 20 menit. Saya sempat memastikan itinerary kami di Macau. Perjalanan dari Taipa ke kasino Wynn memakan waktu sekitar 25 menit. Dari kasino Wynn, kami lalu menuju kasino Grand Lisboa karena dari sini tinggal jalan kaki lurus saja hingga Senado Square, yang bisa dibilang sebagai titik start Situs Warisan Dunia UNESCO. 

Senado Square

Di Senado Square, kami menyempatkan diri untuk makan siang di restoran Wong Chi Kei, sebuah restoran khas Kanton yang menyediakan menu Mie Wonton dan Bubur Congee. Saya makan Mie Wonton dan fish ball, sedangkan Reza makan nasi goreng ayam. Hati-hati dengan AC di restoran ini yang diatur dengan kecepatan maksimum sehingga cukup dingin. Oh ya, restoran dan toko di Macau menerima pembayaran menggunakan HK$, jadi tidak perlu menukar uang ke Macau Pataca. Rasio yang dipakai adalah 1 HK$ = 1 MOP.

Restoran Wong Chi Kei

Mie Wonton

Setelah kenyang kami lalu bersiap untuk berkeliling, namun sebelumnya saya menyempatkan diri ke Macau Business Tourism Centre yang berlokasi di sebelah restoran Wong Chi Kei untuk mengambil brosur, buku dan peta Situs Warisan Dunia UNESCO. 

Macao Business Tourism Centre

Bangunan pertama yang kami temui adalah Gereja St. Dominic. Namun pintunya tertutup sehingga kami putuskan untuk melanjutkan berjalan kaki ke reruntuhan Katedral St. Paul.

Gereja St. Dominic

Reruntuhan Katedral St. Paul merupakan kulminasi dan ikon Situs Warisan Dunia UNESCO Macau. Pada hari yang mendung ini, saya menghitung setidaknya ada 3 pasangan yang sedang melakukan pre-wedding di sini. Bagaimanapun tempat ini memang fenomenal. Di bagian belakang, terdapat sebuah museum kecil yang berisi relik Kristiani ketika tempat ini masih menjadi Katedral yang berfungsi penuh. Untuk masuk museum ini gratis, masuk dari pintu sebelah kanan.

Reruntuhan Katedral St. Paul

Selanjutnya, kami menuju Mount Fortress di sebelah kanan Katedral St. Paul jika datang dari arah Senado Square. Bukit yang cukup tinggi ini dahulu merupakan benteng pertahanan bangsa Portugis dari lawan-lawan politiknya di Eropa yang ingin juga menjadikan Macau koloni mereka. Di dalam benteng dibangun Museum Macau. Tapi kami tidak masuk ke sana.

Museum Macau

Dari Mount Fortress, kami melanjutkan ke Gereja St. Anthony, Casa Garden dan tempat pemakaman Protestan. Setelah puas di sini, bangunan terakhir yang termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO adalah bekas tembok kota Macau dan Kuil Nacha yang keduanya berlokasi di sebelah kiri reruntuhan Katedral St. Paul.

Gereja St. Anthony

Casa Garden

Tempat Pemakaman Protestan

Tembok Kota Macau dan Kuil Nacha

Karena hari sudah semakin sore dan kami masih harus mengunjungi Venetian Resort, maka kami bergegas kembali ke Senado Square lalu berjalan kaki kembali ke arah Grand Lisboa dan Wynn untuk naik bus City of Dreams ke daerah Cotai. Lokasi halte bus shuttle City of Dreams adalah di depan Hotel Sintra. Kami sempat nyasar dengan berjalan kaki hingga depan Grand Lisboa, padahal seharusnya sebelum sampai Grand Lisboa, kami belok ke kanan.

Bus shuttle City of Dream juga gratis, dan perjalanan dari Hotel Sintra ke City of Dreams Hotel memakan waktu sekitar 20 menit. City of Dreams ini satu kompleks dengan Hard Rock Hotel Macau, namun untuk ke Venetian kami harus berjalan kaki sekitar 5 menit karena letaknya di seberang Cotai Strip. Cotai Strip adalah kawasan hotel, kasino, dan pusat perbelanjaan yang terintegrasi.


Skala ekonomi dari legalisasi perjudian di kota ini lebih besar 7 kali lipat dari pusat perjudian dunia lainnya, Las Vegas di Amerika Serikat. Akibatnya, warga Macau pendapatan per kapitanya termasuk salah satu yang tertinggi di dunia.

Venetian memang sangat memukau dan megah. Atapnya digambar lukisan Rennaisance dan ornamen emas. Kami lalu naik ke lantai dua tempat pusat perbelanjaan dan kanal buatan berada. Toko-toko terletak di tepi kanal buatan. Atapnya diterangi sehingga tampak seperti langit cerah. Pengunjung dapat naik gondola a la Venesia, Italia dengan membayar HK$100 untuk satu kali putaran. 

Resort Venetian di Cotai Strip
Venetian

Pusat Perbelanjaan di Venetian

Di sini saya sempat berbelanja oleh-oleh di salah satu retail pakaian, Uniqlo, di sini. Hal yang menarik pakaian bisa ditukarkan hingga 40 hari sejak pembelian. Di negara asalnya pun kebijakan penukaran pakaian tidak selama itu. dan mencoba Pie Egg Tart di Lord Stow Bakery yang terkenal. Harganya cukup mahal yaitu HK$9 per potong, tapi rasanya memang lezat. Renyah di luar, lembut di luar dan rasa karamelnya 

Selesai makan, kami putuskan untuk kembali ke Hong Kong. Tapi sebelumnya, kami harus mencari bus shuttle dari Venetian ke Pelabuhan Temporer Taipa. Kami sempat salah keluar di lobi timur. Untungnya, seorang porter membantu kami dengan ramah menunjukkan letak shuttle bus Venetian, di lobi sebelah barat. Walaupun kami tidak menginap atau berjudi di Venetian, pelayanan terhadap pengunjung biasa seperti kami tetap prima. Saya salut kepada pengelola Venetian. 

Lobi Barat Venetian

Antrean Bus Shuttle Venetian

Dari terminal bus shuttle, kami mengambil bus tujuan Pelabuhan Temporer Taipa. Dari sini, kami naik Cotai Express setelah sebelumnya menukarkan tiket di loket dan melalui imigrasi serta bea cukai. Kami sampai Hong Kong 1.5 jam kemudian. Kami sempatkan makan malam di restoran Yoshinoya dekat hotel lalu kembali hotel untuk beristirahat.

(bersambung)

No comments: