23 November 2013

Piknik Bangkok - 18 November 2013 - Bangkok (Bagian 2)

Pada hari ketiga di Bangkok, kami juga bangun agak siang. Tujuan hari ini adalah beberapa objek wisata milik Kerajaan Thailand, yaitu Ananta Samakhom Throne Hall dan Vimanmek Mansion di daerah Dusit lalu ke Madame Tussauds Bangkok di Siam Discovery, sekalian berbelanja untuk oleh-oleh di kawasan perbelanjaan Siam. Setelah membereskan barang-barang kami, kami lalu sarapan di restoran hotel, dan setelah itu check-out.

Ketika check-out, kami bertemu sekelompok ibu-ibu dari Indonesia. Mereka menanyakan moda transportasi menuju ke Grand Palace, Wat Phra Kaew, Wat Pho, dan Wat Arun yang kami kunjungi kemarin. Kami memberitahu mereka opsi termudah adalah menggunakan taksi dari hotel, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki karena lokasinya objek wisata yang berdekataan.

Selesai check-out, kami lalu naik taksi ke Dusit. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, namun memakai rute agak memutar karena banyaknya jalan yang ditutup akibat aksi unjuk rasa menentang Pemerintah. Beberapa kantor kementerian terletak di sini sehingga banyak terlihat penjagaan polisi. 

Kami diturunkan oleh sopir taksi di sebuah jalan di kawasan Dusit, bukan di pintu gerbang Vimanmek Mansion, karena jalan tersebut ditutup oleh polisi. Kami lalu melanjutkan dengan berjalan kaki ke sana dan melewati blokade polisi menuju Vimanmek Mansion. Saya sempat cemas jika kami akan dilarang masuk ke area tersebut, tapi ternyata kami bebas masuk ke sana.

Hal yang saya kagumi dari masyarakat dan Pemerintah Thailand, terutama Tourism Authority of Thailand, adalah mereka tetap menyambut baik turis asing walaupun sedang ada krisis politik.

Turis bebas keluar masuk daerah yang dijaga ketat oleh polisi. Mereka tetap ramah kepada kami walaupun pada hari ini akan ada demo besar-besaran menentang Pemerintah. Saya mendapat kesan, selain menjaga bangunan-bangunan strategis Pemerintah, mereka juga melindungi turis dari kemungkinan aksi anarkis pengunjuk rasa.

Kami lalu mencari pintu masuk ke Vimanmek Mansion, tapi hanya menemukan pintu gerbang yang terkunci. Setelah bertanya, betul itu adalah pintu masuk ke Vimanmek Mansion, tapi setiap hari Senin memang tutup. Begitu pula dengan Ananta Samakhom Throne Hall. Kami agak kecewa, namun apa boleh buat, kami melanjutkan ke tujuan berikutnya.

Vimanmek Mansion adalah bangunan terbesar di dunia yang seluruhnya terbuat dari kayu jati, dibangun pada tahun 1901 oleh Raja Chulalongkorn (Rama V) sebagai kediaman raja. Bangunan 3 lantai ini berisi 81 kamar dan ruangan. Ratu Sirikit kemudian memugarnya untuk menyimpan memorabilia kerajaan Thailand yang berasal dari periode akhir abad 19 masehi dan awal abad 20.

Ananta Samakhom Throne Hall juga dibangun pada masa pemerintahan Raja Rama V. Bangunan ini dibuat dari marmer dengan desain Italia pada abad pertengahan. Lukisan atap kubah menceritakan kehidupan dan peran raja pada masa pemerintahan Raja Rama I hingga Rama VI.

Di kawasan yang sama dengan Vimanmek Mansion dan Ananta Samakhom Throne Hall terdapat pula kebun binatang Dusit. Tapi karena waktu sudah siang dan tidak tahu apakah kebun binatang tersebut juga tutup pada hari Senin, kami putuskan untuk menyudahi kunjungan ke daerah ini lalu mencari taksi ke Siam.

Sebelumnya saya sudah membeli tiket Madame Tussauds Bangkok secara online, namun tiket hanya dapat digunakan jika saya bisa sampai di resepsionis sebelum jam 12.00. Untungnya saya tiba pukul 11.50, masih ada waktu. Kami berpencar, Richard dan Mbak Tina yang sudah pernah ke sini akan keliling mall, sementara saya dan Winis berkeliling ke Madame Tussauds Bangkok. Meeting time disepakati pukul 14.00 di lobi mall Siam Discovery.

Patung Bung Karno di Madame Tussauds Bangkok
Pada waktu yang disepakati kami bertemu dengan Richard, lalu kami menemui Mbak Tina yang sedang minum kopi di salah satu cafe. Di sinilah kemudian, keesokan harinya, saya baru tahu kalau ponsel Winis tertinggal setelah ia gagal mencoba koneksi dengan Wi-Fi setempat.

Kami lalu mencari makan siang di salah satu foodcourt, namun baru berhasil menemukan yang cocok setelah berkeliling hampir 1 jam, yaitu di Restoran Oasis, lantai LG Mall MBK. Setelah selesai dan berusaha mencari oleh-oleh namun tidak mendapatkan yang dicari, kami memutuskan berpisah. Richard, Mbak Tina dan Winis kembali ke Surabaya sore ini, sedangkan saya masih akan ke Ayutthaya esok pagi. 

Khao Niew Mamuang (Ketan Manis dengan Mangga)
Saya lalu check-in ke Lub d Siam Square Hostel yang berlokasi cukup dekat. Karena lelah, saya lalu putuskan untuk tidur dan menunggu malam hari untuk mencari oleh-oleh dan makam malam.

Kamar Tidur Saya di Lub D Siam Square
Pukul 19.00, saya bangun, mandi dan berkeliling mall untuk mencari oleh-oleh. Namun karena tidak ada yang sesuai dengan harapan, saya hanya makan malam pad thai di salah satu restoran di Mall Siam Center yang tempatnya dibuat dengan baik, namun dengan harga yang relatif murah.

Tidak ada komentar: